Jumat, 02 November 2018


MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH
Buku adalah jendela ilmu, dengan membaca buku maka  informasi tentang dunia dengan mudah dapat kita miliki, wawasan dan pengetahuan  kitapun menjadi luas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini demikian pesatnya, menuntut semua orang dapat membaca, karena dengan membaca maka kita dapat menguasai IPTEK. Namun tidak mudah mendorong dan menciptakan budaya membaca baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah.
Untuk mengembangkan budaya membaca dan mengembangkan sekolah sebagai satuan pendidikan atau organisasi pembelajar maka pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan ini merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. GLS yang difasilitasi oleh pemerintah ini patut kita dukung sebab sesuai dengan cita-cita luhur pendiri bangsa sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, Pasal 31 ayat 3: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
Pada masa pemerintahan saat ini, Gerakan Literasi Sekolah juga mendapat perhatian khusus , GLS dikembangkan berdasarkan Sembilan agenda prioritas (Nawacita). Untuk mewujudkan tujuan mulia Gerakan Literasi Sekolah tersebut maka perlu pengembangan strategi pelaksanaan literasi di sekolah.  Tidak hanya slogan yang di tempel dan di tulis di beberapa sudut sekolah maupun di tulis di perpustakaan sekolah, namun Gerakan Literasi Sekolah ini perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi tanggung jawab semua warga sekolah.
Dalam Permendikbud No 23 Tahun 2015, dijelaskan bahwa salah satu kegiatan di dalam  Gerakan Literasi Sekolah  adalah kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan minat baca siswa serta meningkatkan ketrampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasi dengan lebih baik. Buku bacaan yang sesuai dengan perkembangan anak didik terutama yang berisi nilai-nilai budi pekerti luhur, berupa kearifan lokal, nasional, maupun global. Yang lebih penting untuk dipahami dalam Gerakan Literasi Sekolah ini adalah bagaimana mendorong siswa mau membaca, mau menuliskan apa yang dibacanya, mau mengamalkan dalam kehidupan sehari-harinya meskipun yang dibacanya tersebut tidak banyak tetapi terekam dengan jelas dalam pikiran mereka. Kemudian timbul keinginan membaca pengetahuan yang baru, menuliskannya lagi dan membaca menjadi budaya serta kebutuhan sehari-hari. 
a.      Kebijakan Literasi di Sekolah
Sumber Daya Insani dan personil memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.  SMP Negeri 1 Temanggung sebagai institusi pendidikan formal berkewajiban melaksanakan tugas tersebut. Siswa sebagai peserta didik di SMP Negeri 1 Temanggung diharapkan menjadi anak tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas secara  emosional dan spiritual, memiliki budi pekerti luhur, serta memiliki keterampilan sebagai bekal masa depan.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 1 Temanggung  tersebut dilakukan berbagai upaya salah satunya adalah  kebijakan gerakan literasi sekolah (GLS). GLS perlu peran aktif para pemangku kepentingan di sekolah seperti Kepala Sekolah, Guru sebagai pendidik, tenaga pendidikan, dan pustakawan. Para pemangku kepentingan di sekolah ini sangat berpengaruh untuk memfasilitasi pengembangan gerakan literasi sekolah dan memfasilitasi pengembangan  pemahaman literasi bagi peserta didik.
Salah satu prinsip yang ditekankan dalam  praktik  gerakan literasi sekolah adalah program literasi terintegrasi dalam kurikulum, sehingga pembiasaan dan pembelajaran literasi sekolah menjadi tanggung jawab semua guru mata pelajaran. Hal ini karena semua mata pelajaran sangat membutuhkan bahasa, terutama membaca dan menulis. Agar supaya gerakan literasi sekolah  tersebut terwujud dan lingkungan literasi tercipta maka semua guru mata pelajaran perlu mengetahui dan mendapatkan pengetahuan tentang literasi sekolah.
Sosialisasi Program  gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 1 Temanggung tidak hanya ditujukan kepada semua guru, namun tenaga kependidikan dan seluruh peserta didik mendapatkan informasi yang sama. Kebijakan sekolah dalam sosialisasi tersebut  disampaikan oleh Kepala Sekolah antara lain: 1) Bagi guru  dan tenaga kependidikan diawal semester tahun ajaran 2016/2017 dilaksanakan IHT ( in House Training), salah satu materi IHT  adalah Gerakan Literasi Sekolah;  2)  Bagi peserta didik sosialisasi gerakan literasi sekolah dilakukan pada saat  pembinaan oleh wali kelas, guru mata pelajaran ketika mengajar  di kelas, maupun oleh kepala sekolah ketika upacara bendera.
Kepala Sekolah mengajak semua warga sekolah untuk selalu menjadi orang yang literat. Menurut Tri Wanggono, Kepala  Sekolah SMP Negeri 1 Temanggung orang yang literat adalah orang yang mampu memahami informasi apa saja yang dibaca, dilihat, didengar, dan melaksanakannya  dalam kehidupan sehari-hari. Beliau memberikan contoh ketika kita membaca tulisan ‘Jangan Membuang Sampah Sembarangan”, dan semua warga sekolah melaksanakan tidak membuang sampah sembarangan maka kita sudah menjadi seorang literat. Diharapkan semua warga sekolah untuk selalu membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah sebagai tempat menimba berbagai macam ilmu pengetahuan baik fiksi maupun non fiksi.
Sekolah senantiasa mendukung dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk selalu membaca dan menulis. Untuk itu pada kesempatan memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Sekolah menyelenggarakan berbagai lomba seperti lomba mengarang cerita pendek, menulis puisi,  membaca puisi, membuat poster dan lain-lain dengan tema berkaitan dengan bulan bahasa.
c. Literasi Perpustakaan
Menurut Kepala Perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung Rustini,  Perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung memiliki visi memberdayakan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sarat prestasi, santun dalam perilaku, berakhlak mulia, berwawasan global dan cinta lingkungan”, untuk mewujudkan visi tersebut maka disusun misi antara lain : 1) Menyediakan informasi yang berfungsi secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran; 2) Menjadikan perpustakaan sebagai jantung sekolah; 3) Meningkatkan peran serta seluruh warga sekolah dalam memanfaatkan layanan perpustakaan secara maksimal untuk mewujudkan SDM yang berprestasi; 4) Mewujudkan perpustakaan berbasis IT demi terwujudnya SDM berwawasan global dan cinta linkungan; 5) Mengefektifkan fungsi sumberdaya perpustakaan (tenaga, koleksi, dan sarana prasarana) untuk mengoptimalkan peran sebagai pusat informasi; dan 6) Meningkatkan mutu pendidikan demi terciptanya visi sekolah;
Agar visi dan misi tersebut tercapai maka perpustakaan sekolah sebagai salah satu komponen pokok dalam gerakan literasi sekolah perlu dikelola dengan sungguh-sungguh. Keseriusan pengelolaan perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung dapat di lihat pada program kerja baik program jangka pendek, menengah, maupun program jangka panjang. Berikut ini program kerja perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung:
1. PROGRAM KERJA JANGKA PENDEK (SAMPAI DENGAN 1 TAHUN)
Adapun program jangka pendek antara lain : Melakukan peminjaman buku mapel kelas VII, VIII, dan IX dengan metode barcode; Pemberian reward (penghargaan) kepada pengunjung dan peminjam teraktif; Menyediakan dan menghimpun bahan pustaka, informasi, sesuai kurikulum sekolah; Menyusun RAB perpustakaan; Melaksanakan layanan perpustakaan dengan sebaik mungkin baik layanan sirkulasi maupun referensi; Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan perpustakaan; Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak; Menerbitkan kartu perpustakaan bagi siswa kelas VII (baru); Entry data anggota perpustakaan dalam format digital; dan Pelayanan peminjaman buku perpustakaan;

2. PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH (1-4  TAHUN)
Sedangkan program jangka menengah  antara lain : Penambahan 2 unit komputer untuk siswa; Pengadaan meja sirkulasi leter L untuk petugas; Perbaikan buku rusak / penjilidan; Pemeliharaan dan perawatankomputer; dan Pengadaan absen sidik jari siswa;
3. PROGRAM KERJA JANGKA PANJANG (4-10 Tahun)
Kedepannya perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung akan menerapkan E-Library learning; Menerapkan sistem otomasi perpustakaan secara menyeluruh; Terciptanya ruangan perpustakaan yang memadai, kondusif dan menyenangkan; dan Study banding ke perpustakaan SMP lain.
Sebagai pendorong semangat warga sekolah berkunjung ke perpustakaan sekolah maka pengelola perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung  diakhir tahun memberikan hadiah dan predikat peminjam dan pengunjung teraktif  ke perpustakaan baik guru maupun peserta didik.  Tujuan pemberian reward ini untuk memotivasi dan meningkatkan minat membaca bagi siswa dan guru  Berikut adalah data peminjam dan pengunjung  teraktif Tahun Pelajaran 2011/2012 sampai dengan  2015/2016 adalah:
Tabel 1
DAFTAR PEMINJAM  TERAKTIF
PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 TEMANGGUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012 s.d  2015/2016

NO
TAHUN PELAJARAN
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015
2015/2016
1.
Dea Masruroh /8E
Syarafa Izumi KN
Rona Rahma Aulia      / 8F
Nadia Sofani / 8F          
JafnaAlyaa Kamila/8H
2.
Sarah Astita /8D
Chici Nur Indah S
Rosa Cahyatika /8F
Tia Zulaikah /  8A
Nikma Navissa/8A
3.
Natrila F /8E
Aisyatunnisai Tawakal
Zuni Farichah / 8I           
Faiza Riesqia Husna / 8A
Dyah Nariswari  /8C
4.
Anggita Listiyani /9E
Arifia Wafdan S
Pramestya Wahyu (9G)
Rona Rahma Aulia R / 9I
Deamita Febriani / 9A
5.
Titis Wahyu H /9F         
Darajati Septia                W
Arisa Nurul A / 9C
Syifa Ayu Fitriyani / 9I                
Tan Mike Pratiwi /9H
6.
Haryanti /9B
Vega Vebriana
Norma Dwi Lestari /9F
Zuni Farichah / 9H       
TiaZulaikhah/9H
Sumber : Dokumen Sekolah

Tabel 2
DAFTAR  PENGUNJUNG TERAKTIF (GURU DAN KARYAWAN)
PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 TEMANGGUNG
TAHUN PELAJARAN  2011/2012 s.d 2015/2016

NO
TAHUN PELAJARAN
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015
2015/2016
1.
Drs. Suisman
Drs. Suisman
Drs. Suisman
Drs. Suisman
Drs. Suisman
2.
Subakir, S.Pd.
Bowo Pambudi
J. Ari Wibowo
Bowo Pambudi
Susilo Pranoto
3.
Susilo Pranoto
Siswoko
Bowo Pambudi,
Drs. Muh. Biyarto
Bowo Pambudi
Sumber : Dokumen Sekolah
d. Program literasi terintegrasi dengan kurikulum
Pelaksanaan pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional). Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Sedangkan pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampak pengiring (nurturant effect) (Permendikbud No.103 Tahun 2014).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kurikulum 2013 menuntut setiap guru dalam pembelajarannya  untuk  menggunakan sumber belajar seperti perpustakaan sekolah, internet, maupun computer. Hal ini sesuai dengan Salah satu prinsip dalam kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 yakni  pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
Dengan demikian setiap guru mempunyai kewajiban untuk menerapkan literasi dalam setiap kegiatan pembelajarannya, sebagai guru mata pelajaran IPS usaha yang dilakukan untuk meningkatkan minat membaca baik membaca buku pelajaran, buku cerita/fiksi maupun non fiksi dan menuliskan apa yang dibaca  dengan cara memberikan tugas jurnal membaca harian.
Guru mengajar siswa  kelas VII A sampai dengan kelas VII F, dari kelas yang diampu tersebut  kelas VII E memperoleh rata-rata ulangan harian paling rendah, karena itu kelas VII E menjadi prioritas guru dan menjadi sampel dalam penelitian. Jumlah siswa di kelas VII E terdiri dari 32 siswa dengan perincian 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan.  Tujuan penelitian dengan pemberian tugas ini adalah mengetahui kegiatan siswa sehari-hari berkaitan dengan kebiasaan membaca dan menulis. Harapan guru membaca merupakan suatu kebiasaan dan bukan menjadi beban bagi siswa.  Dari tugas yang diberikan guru tersebut diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3
PROSENTASE SISWA DALAM KEGIATAN MEMBACA

NO
JENIS BUKU
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
1.
Buku Pelajaran
26
81,25%
2.
Buku fiksi
21
65,63%
3.
Buku Non Fiksi
21
65,63%

Berdasarkan tabel tersebut diatas terdapat 81,25% siswa membaca buku pelajaran setiap hari, disamping membaca buku pelajaran terdapat 65,63% siswa di kelas VII E membaca buku fiksi dan non fiksi yang mereka pinjam di perpustakaan sekolah. Kebiasaan membaca yang dilakukan siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar terutama hasil belajar IPS. Guru memberikan reward kepada dua siswa kelas VII E yang rajin membaca serta menuliskan hasil bacaan tersebut dengan rapi dan bagus. Siswa tersebut adalah Sani Fitriana dan Algasela Salsabila Kewinvada
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa gerakan literasi sekolah yang diterapkan di SMP Negeri 1 Temanggung berjalan sesuai dengan harapan. Membaca menjadi kebudayaan dan kebiasaan semua warga sekolah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

BUKU-BUKU KARYA INDAH WIHARTI














Membangun Motivasi Belajar Siswa


MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR SISWA
            Salah satu indikator keberhasilan guru dalam mengajar adalah mampu meningkatkan motivasi belajar para siswanya. Jika motivasi belajar telah tumbuh pada diri siswa sesulit apapun materi yang diberikan guru akan diterima dengan senang hati.
            Permasalahan yang dihadapi guru IPS antara lain kurang bergairahnya siswa menerima pelajaran, kurang bersemangat, kurang siap menerima pelajaran dan pasif selama kegiatan pembelajaran. Hal ini di dukung juga oleh banyaknya materi yang harus diterima siswa serta kecenderungan dari materi tersebut bersifat hafalan. Kondisi yang demikian ini menyebabkan siswa jenuh dan mengantuk selama proses belajar mengajar.
            Berbagai upaya harus ditempuh guru agar siswa senang mengikuti pelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah guru memberikan informasi paling aktual yang terjadi setiap harinya. Kebiasaan guru mengikuti infomasi dari media massa diharapkan ditiru oleh para siswa. Guru dapat memberikan tugas mencari berita yang sedang hangat dibicarakan oleh media massa dan memberi kesempatan siswa  menceritakan berita yang mereka dapatkan di depan kelas.
            Namun tidak mudah mengajak para siswa mau membaca. Berbagai alasan sering dikemukakan, salah satunya adalah banyaknya tugas dan pekerjaan rumah yang harus mereka kerjakan. Guru hendaknya memiliki berbagai kiat untuk mendorong siswa mau membaca. Keberhasilan  siswa belajar IPS tidak akan tercapai tanpa banyak membaca.
            Masalah sosial yang terjadi di masyarakat dapat dijadikan tema pembelajaran, siswa dapat mengamati kondisi sosial masyarakat di tempat tinggalnya. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru senantiasa mengajak siswa tanya jawab untuk menggali lebih dalam pengetahuan siswa tentang permasalahan yang sedang terjadi dan upaya menyelesaikan masalah tersebut. Guru memberikan pujian, dorongan dan jika perlu memberikan hadiah  berupa buku atau majalah bagi siswa yang rajin membaca baik materi pelajaran maupun pengetahuan umum.
            Pengamatan pembelajaran dapat terus dilakukan, guru memantau perkembangan siswa. Ketika terjadi perubahan pada diri para siswa  yang tercermin dari perilaku mereka, respon dan  aktivitas siswa selama proses belajar mengajar  tampak lebih aktif dan bersemangat berarti telah terbangun motivasi belajarnya.
            Motivasi belajar siswa dikatakan telah meningkat jika kegiatan pembelajaran mengalami perubahan. Perubahan tersebut antara lain, siswa : (1) tertarik kepada guru, artinya tidak acuh tak acuh, kehadiran guru senantiasa ditunggu, (2) tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan, (3) antusias tinggi ketika menerima pelajaran, (4) ingin selalu tergabung dalam kelompok di kelas, (5) ingin identitas diri diakui serta mengambil peran dalam kelompoknya.
            Meningkatnya motivasi belajar siswa harus diikuti meningkatnya hasil belajar yang diperoleh para siswa. Jika prestasi belajar belum menunjukkan adanya peningkatan maka perlu ada tehnik dan model pembelajaran lain yang lebih tepat. Guru harus kreatif dan inovatif dalam setiap pembelajarannya.
            Kreatifitas guru jelas sangat berpengaruh terhadap upaya membangun dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan pengalaman yang pernah dilakukan guru di kelas, model pembelajaran berbasis masalah sangat tepat diterapkan untuk mata pelajaran IPS. Guru dapat menyodorkan berbagai permasalahan baik sosial maupun ekonomi yang terjadi di masyarakat. Berawal dari permasalahan  yang terjadi di sekitar kehidupan siswa tersebut diharapkan siswa antusias untuk mencari penyebab sekaligus mencari solusi guna menyelesaikan permasalahan itu. 
            Guru dapat menggali informasi sebanyak mungkin dari siswa dengan mengajukan pertanyaan, kuis ataupun memberikan kesempatan siswa menyampaikan pendapatnya di depan kelas. Agar suasana kelas tidak membosankan tidak ada salahnya pembelajaran diselingi dengan menyanyi atau menampilkan yel-yel yang dapat menumbuhkan rasa solidaritas sekaligus semangat para siswa. 
            Beribu cara dapat dilakukan guru agar siswa tertarik mempelajari materi pelajaran, sekalipun beribu kendala mungkin akan ditemui. Tak ada kata patah semangat, untuk keberhasilan anak didik. Senyum guru adalah semangatku dalam menempuh ilmu, begitu kata mutiara yang terpampang jelas di dinding kelas. Pembelajaran akan berjalan menyenangkan ketika guru dan siswa antusias dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar.