MEMBANGUN
BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH
Buku adalah
jendela ilmu, dengan membaca buku maka
informasi tentang dunia dengan mudah dapat kita miliki, wawasan dan
pengetahuan kitapun menjadi luas.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini demikian pesatnya,
menuntut semua orang dapat membaca, karena dengan membaca maka kita dapat
menguasai IPTEK. Namun tidak mudah mendorong dan menciptakan budaya membaca
baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah.
Untuk
mengembangkan budaya membaca dan mengembangkan sekolah sebagai satuan
pendidikan atau organisasi pembelajar maka pemerintah melalui Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 mengembangkan Gerakan Literasi
Sekolah (GLS). Gerakan ini merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan warga
sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat sebagai
bagian dari ekosistem pendidikan. GLS yang difasilitasi oleh pemerintah ini
patut kita dukung sebab sesuai dengan cita-cita luhur pendiri bangsa
sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, Pasal 31 ayat 3: “Pemerintah mengusahakan
dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan
dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
yang diatur dengan undang-undang.
Pada masa pemerintahan saat ini, Gerakan Literasi
Sekolah juga mendapat perhatian khusus , GLS dikembangkan berdasarkan Sembilan
agenda prioritas (Nawacita). Untuk mewujudkan tujuan mulia Gerakan Literasi
Sekolah tersebut maka perlu pengembangan strategi pelaksanaan literasi di
sekolah. Tidak hanya slogan yang di
tempel dan di tulis di beberapa sudut sekolah maupun di tulis di perpustakaan
sekolah, namun Gerakan Literasi Sekolah ini perlu diwujudkan dalam kehidupan
sehari-hari sehingga menjadi tanggung jawab semua warga sekolah.
Dalam Permendikbud No 23 Tahun 2015, dijelaskan bahwa
salah satu kegiatan di dalam Gerakan
Literasi Sekolah adalah kegiatan 15
menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Tujuan kegiatan
ini untuk menumbuhkembangkan minat baca siswa serta meningkatkan ketrampilan
membaca agar pengetahuan dapat dikuasi dengan lebih baik. Buku bacaan yang
sesuai dengan perkembangan anak didik terutama yang berisi nilai-nilai budi
pekerti luhur, berupa kearifan lokal, nasional, maupun global. Yang lebih
penting untuk dipahami dalam Gerakan Literasi Sekolah ini adalah bagaimana
mendorong siswa mau membaca, mau menuliskan apa yang dibacanya, mau mengamalkan
dalam kehidupan sehari-harinya meskipun yang dibacanya tersebut tidak banyak
tetapi terekam dengan jelas dalam pikiran mereka. Kemudian timbul keinginan
membaca pengetahuan yang baru, menuliskannya lagi dan membaca menjadi budaya
serta kebutuhan sehari-hari.
a. Kebijakan
Literasi di Sekolah
Sumber Daya Insani dan
personil memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya
manusia. SMP Negeri 1 Temanggung sebagai
institusi pendidikan formal berkewajiban melaksanakan tugas tersebut. Siswa
sebagai peserta didik di SMP Negeri 1 Temanggung diharapkan menjadi anak tidak
hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual, memiliki budi
pekerti luhur, serta memiliki keterampilan sebagai bekal masa depan.
Untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di SMP Negeri 1 Temanggung
tersebut dilakukan berbagai upaya salah satunya adalah kebijakan gerakan literasi sekolah (GLS). GLS
perlu peran aktif para pemangku kepentingan di sekolah seperti Kepala Sekolah,
Guru sebagai pendidik, tenaga pendidikan, dan pustakawan. Para pemangku
kepentingan di sekolah ini sangat berpengaruh untuk memfasilitasi pengembangan
gerakan literasi sekolah dan memfasilitasi pengembangan pemahaman literasi bagi peserta didik.
Salah satu prinsip yang
ditekankan dalam praktik gerakan literasi sekolah adalah program
literasi terintegrasi dalam kurikulum, sehingga pembiasaan dan pembelajaran
literasi sekolah menjadi tanggung jawab semua guru mata pelajaran. Hal ini
karena semua mata pelajaran sangat membutuhkan bahasa, terutama membaca dan
menulis. Agar supaya gerakan literasi sekolah
tersebut terwujud dan lingkungan literasi tercipta maka semua guru mata
pelajaran perlu mengetahui dan mendapatkan pengetahuan tentang literasi
sekolah.
Sosialisasi Program gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 1
Temanggung tidak hanya ditujukan kepada semua guru, namun tenaga kependidikan
dan seluruh peserta didik mendapatkan informasi yang sama. Kebijakan sekolah
dalam sosialisasi tersebut disampaikan
oleh Kepala Sekolah antara lain: 1) Bagi guru
dan tenaga kependidikan diawal semester tahun ajaran 2016/2017
dilaksanakan IHT ( in House Training), salah satu materi IHT
adalah Gerakan Literasi Sekolah;
2) Bagi peserta didik sosialisasi
gerakan literasi sekolah dilakukan pada saat
pembinaan oleh wali kelas, guru mata pelajaran ketika mengajar di kelas, maupun oleh kepala sekolah ketika
upacara bendera.
Kepala
Sekolah mengajak semua warga sekolah untuk selalu menjadi orang yang literat.
Menurut Tri Wanggono, Kepala Sekolah SMP
Negeri 1 Temanggung orang yang literat adalah orang yang mampu memahami
informasi apa saja yang dibaca, dilihat, didengar, dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau
memberikan contoh ketika kita membaca tulisan ‘Jangan Membuang Sampah Sembarangan”,
dan semua warga sekolah melaksanakan tidak membuang sampah sembarangan maka
kita sudah menjadi seorang literat. Diharapkan semua warga sekolah untuk selalu
membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah sebagai tempat menimba
berbagai macam ilmu pengetahuan baik fiksi maupun non fiksi.
Sekolah
senantiasa mendukung dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
selalu membaca dan menulis. Untuk itu pada kesempatan memperingati Hari Sumpah
Pemuda 28 Oktober, Sekolah menyelenggarakan berbagai lomba seperti lomba
mengarang cerita pendek, menulis puisi,
membaca puisi, membuat poster dan lain-lain dengan tema berkaitan dengan
bulan bahasa.
c. Literasi Perpustakaan
Menurut Kepala Perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung Rustini, Perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung memiliki
visi ”memberdayakan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sarat
prestasi, santun dalam perilaku, berakhlak mulia, berwawasan global dan cinta
lingkungan”, untuk mewujudkan visi
tersebut maka disusun misi antara lain : 1) Menyediakan informasi yang berfungsi secara maksimal
dalam kegiatan pembelajaran; 2) Menjadikan perpustakaan sebagai jantung sekolah; 3) Meningkatkan
peran serta seluruh warga sekolah dalam memanfaatkan layanan perpustakaan
secara maksimal untuk mewujudkan SDM yang berprestasi; 4) Mewujudkan
perpustakaan berbasis IT demi terwujudnya SDM berwawasan global dan cinta
linkungan; 5) Mengefektifkan
fungsi sumberdaya perpustakaan (tenaga, koleksi, dan sarana prasarana) untuk
mengoptimalkan peran sebagai pusat informasi; dan 6) Meningkatkan
mutu pendidikan demi terciptanya visi sekolah;
Agar visi dan misi tersebut tercapai maka
perpustakaan sekolah sebagai salah satu komponen pokok dalam gerakan literasi
sekolah perlu dikelola dengan sungguh-sungguh. Keseriusan pengelolaan
perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung dapat di lihat pada program kerja baik
program jangka pendek, menengah, maupun program jangka panjang. Berikut ini
program kerja perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung:
1.
PROGRAM KERJA JANGKA PENDEK (SAMPAI DENGAN 1 TAHUN)
Adapun program jangka pendek antara lain : Melakukan
peminjaman buku mapel kelas VII, VIII, dan IX dengan metode barcode; Pemberian reward (penghargaan)
kepada pengunjung dan peminjam teraktif; Menyediakan dan menghimpun bahan
pustaka, informasi, sesuai kurikulum sekolah; Menyusun RAB perpustakaan;
Melaksanakan layanan perpustakaan dengan sebaik mungkin baik layanan sirkulasi
maupun referensi; Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk
memenuhi kebutuhan pengguna layanan perpustakaan; Memelihara bahan pustaka agar
tahan lama dan tidak cepat rusak; Menerbitkan kartu perpustakaan bagi siswa
kelas VII (baru); Entry data anggota perpustakaan dalam format digital; dan Pelayanan
peminjaman buku perpustakaan;
2. PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH
(1-4 TAHUN)
Sedangkan program jangka menengah antara lain : Penambahan 2 unit komputer
untuk siswa; Pengadaan meja sirkulasi leter L untuk petugas; Perbaikan buku
rusak / penjilidan; Pemeliharaan dan perawatankomputer; dan Pengadaan absen
sidik jari siswa;
3.
PROGRAM KERJA JANGKA PANJANG (4-10 Tahun)
Kedepannya perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung akan
menerapkan E-Library learning; Menerapkan sistem otomasi perpustakaan secara
menyeluruh; Terciptanya ruangan perpustakaan yang memadai, kondusif dan
menyenangkan; dan Study banding ke perpustakaan SMP lain.
Sebagai
pendorong semangat warga sekolah berkunjung ke perpustakaan sekolah maka
pengelola perpustakaan SMP Negeri 1 Temanggung
diakhir tahun memberikan hadiah dan predikat peminjam dan pengunjung
teraktif ke perpustakaan baik guru
maupun peserta didik. Tujuan pemberian reward ini
untuk memotivasi dan meningkatkan minat membaca bagi siswa dan guru Berikut adalah data peminjam dan
pengunjung teraktif Tahun Pelajaran
2011/2012 sampai dengan 2015/2016
adalah:
Tabel 1
DAFTAR
PEMINJAM TERAKTIF
PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 1 TEMANGGUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012 s.d 2015/2016
|
NO
|
TAHUN
PELAJARAN
|
||||
|
2011/2012
|
2012/2013
|
2013/2014
|
2014/2015
|
2015/2016
|
|
|
1.
|
Dea Masruroh /8E
|
Syarafa Izumi KN
|
Rona Rahma Aulia /
8F
|
Nadia Sofani / 8F
|
JafnaAlyaa
Kamila/8H
|
|
2.
|
Sarah Astita /8D
|
Chici Nur Indah S
|
Rosa Cahyatika /8F
|
Tia Zulaikah / 8A
|
Nikma
Navissa/8A
|
|
3.
|
Natrila F /8E
|
Aisyatunnisai Tawakal
|
Zuni Farichah / 8I
|
Faiza
Riesqia Husna / 8A
|
Dyah
Nariswari /8C
|
|
4.
|
Anggita Listiyani /9E
|
Arifia Wafdan S
|
Pramestya Wahyu (9G)
|
Rona Rahma Aulia R / 9I
|
Deamita
Febriani / 9A
|
|
5.
|
Titis Wahyu H /9F
|
Darajati Septia
W
|
Arisa Nurul A / 9C
|
Syifa Ayu Fitriyani / 9I
|
Tan
Mike Pratiwi /9H
|
|
6.
|
Haryanti /9B
|
Vega Vebriana
|
Norma Dwi Lestari /9F
|
Zuni Farichah / 9H
|
TiaZulaikhah/9H
|
Sumber
: Dokumen Sekolah
Tabel 2
DAFTAR PENGUNJUNG TERAKTIF (GURU DAN KARYAWAN)
PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 1 TEMANGGUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012 s.d 2015/2016
|
NO
|
TAHUN
PELAJARAN
|
||||
|
2011/2012
|
2012/2013
|
2013/2014
|
2014/2015
|
2015/2016
|
|
|
1.
|
Drs.
Suisman
|
Drs.
Suisman
|
Drs.
Suisman
|
Drs.
Suisman
|
Drs.
Suisman
|
|
2.
|
Subakir,
S.Pd.
|
Bowo
Pambudi
|
J.
Ari Wibowo
|
Bowo
Pambudi
|
Susilo
Pranoto
|
|
3.
|
Susilo
Pranoto
|
Siswoko
|
Bowo
Pambudi,
|
Drs.
Muh. Biyarto
|
Bowo
Pambudi
|
Sumber : Dokumen Sekolah
d. Program
literasi terintegrasi dengan kurikulum
Pelaksanaan
pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct
instructional) dan tidak langsung (indirect instructional).
Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan,
kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik
melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus
dan RPP. Sedangkan pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi
selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampak
pengiring (nurturant effect) (Permendikbud No.103 Tahun 2014).
Lebih lanjut
dijelaskan bahwa Kurikulum 2013 menuntut setiap guru dalam pembelajarannya untuk
menggunakan sumber belajar seperti perpustakaan sekolah, internet,
maupun computer. Hal ini sesuai dengan Salah satu prinsip dalam kegiatan
pembelajaran pada kurikulum 2013 yakni
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
Dengan demikian
setiap guru mempunyai kewajiban untuk menerapkan literasi dalam setiap kegiatan
pembelajarannya, sebagai guru mata pelajaran IPS usaha yang dilakukan untuk
meningkatkan minat membaca baik membaca buku pelajaran, buku cerita/fiksi
maupun non fiksi dan menuliskan apa yang dibaca
dengan cara memberikan tugas jurnal membaca harian.
Guru mengajar
siswa kelas VII A sampai dengan kelas
VII F, dari kelas yang diampu tersebut
kelas VII E memperoleh rata-rata ulangan harian paling rendah, karena
itu kelas VII E menjadi prioritas guru dan menjadi sampel dalam penelitian.
Jumlah siswa di kelas VII E terdiri dari 32 siswa dengan perincian 16 siswa
laki-laki dan 16 siswa perempuan. Tujuan
penelitian dengan pemberian tugas ini adalah mengetahui kegiatan siswa
sehari-hari berkaitan dengan kebiasaan membaca dan menulis. Harapan guru
membaca merupakan suatu kebiasaan dan bukan menjadi beban bagi siswa. Dari tugas yang diberikan guru tersebut
diperoleh data sebagai berikut:
Tabel
3
PROSENTASE
SISWA DALAM KEGIATAN MEMBACA
|
NO
|
JENIS BUKU
|
JUMLAH SISWA
|
PROSENTASE
|
|
1.
|
Buku Pelajaran
|
26
|
81,25%
|
|
2.
|
Buku fiksi
|
21
|
65,63%
|
|
3.
|
Buku Non Fiksi
|
21
|
65,63%
|
Berdasarkan tabel
tersebut diatas terdapat 81,25% siswa membaca buku pelajaran setiap hari,
disamping membaca buku pelajaran terdapat 65,63% siswa di kelas VII E membaca
buku fiksi dan non fiksi yang mereka pinjam di perpustakaan sekolah. Kebiasaan
membaca yang dilakukan siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar terutama hasil belajar IPS. Guru memberikan reward kepada dua siswa
kelas VII E yang rajin membaca serta menuliskan hasil bacaan tersebut dengan
rapi dan bagus. Siswa tersebut adalah Sani Fitriana dan Algasela Salsabila Kewinvada
Dengan demikian
dapat ditarik kesimpulan bahwa gerakan literasi sekolah yang diterapkan di SMP
Negeri 1 Temanggung berjalan sesuai dengan harapan. Membaca menjadi kebudayaan
dan kebiasaan semua warga sekolah. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar